January 28, 2023

Kabar Senator

Media Aspirasi dan Inspirasi Daerah

Home » Orang Miskin dan Ikan Gabus

Orang Miskin dan Ikan Gabus

Oleh: Ragil Surono / Jurnalis Kabar Senator

Pada jaman dahulu ada seorang perempuan tua yang sangat miskin. Pakaiannya hanya satu, yaitu yang melekat di badannya itu pun sudah compang-camping. Pekerjaan sehari-harinya adalah mencari kayu bakar dan daun-daunan di hutan untuk di tukarkannya dengan makanan.

Pada waktu musim kemarau, sungai-sungai banyak yang kering. Perempuan tua itu pergi ke hutan, dan ketika suatu saat ia tiba padasebuah tempat, dilihatnya ada banyak sekali ikan gabus yang kekurangan air.

Perempuan tua itu sangat gembira. Ia berpikir, “Inilah rezekiku. Aku akan merasakan daging ikan gabus yang sedap. Nanti akan ku goreng sebagian. Selebihnya lagi akan kujual”.

Tampak ada seekor ikan gabus berukuran besar. Mungkin itu rajanya pikir perempuan tua itu.
Kemudian ia berjongkok sambil memperhatikan ikan gabus itu. Lama-kelamaan berubah niatnya.
“kasian ikan-ikan ini. Mereka tidak dapat menyelamatkan diri,”pikirnya.

Perempuan tua itu tidak jadi mengambil ikan-ikan itu. Ia hanya diam saja sambil memandang ikan- itu.
Tiba-tiba ia terkejut karena didengarnya ikan gabus itu berbicara seperti manusia, “Ya Tuhan. Berilah hamba hujan !”

Tidak lama kemudian turunlah hujan lebat. Perempuan tua itu berteduh di bawah pohon, air sungai semakin banyak. Ikan gabus berenang-renang lagi dengan riang gembira. Tidak lama kemudian pulanglah perempuan tua itu. Di sepanjang jalan ia memikirkan tingkah laku ikan gabus tadi.

“Jika aku meminta uang ku pada Tuhan seperti ikan tadi yang minta hujan, mungkin akan diberi juga, ” Pikirannya.

Sesampainya dirumah, perempuan tua itu kemudian berdo’a ke pada Tuhan sambil duduk menengadah dan berseru, ” Ya tuhan. Berilah hamba uang”

Ia memohon terus-menerus kepada Tuhan. Ia percaya Tuhan itu ada hingga larut malam ia masih juga berdo’a. Salah seorang tetangganya seorang kaya raya merasa kesal mendengar suara perempuan tua itu. Dengan marah ia berkata, ” Haii, tua bangka ! Jangan mengganggu orang yang sedang tidur ! Tuhan tidak akan memberi uang kepada mu. Pergi saja kehutan mencari kayu dan daun. Itulah rezekimu !”

Perempuan tua itu tidak memperdulikan kemarahan orang kaya tadi. Ia terus saja memohon sambil menengadah. Si orang kaya mengambil pecahan genting dan kaca lalu memasukannya kedalam karung. Ia naik ke atas atas rumah perempuan tua itu lalu dijatuhkan karung tersebut, tepat mengenai tubuhnya, katanya” Inilah tua bangka, uang yang kau minta.” Kemudian ia turun dan mengintip apa yang terjadi.

Nenek itu ternyata pingsan, tetapi tidak lama kemudian ia bangun kembali, lalu melihat karung tersebut kemudian ia memeluk karung tersebut. Waktu di buanya karung itu, dilihatnya uang emas dan perak yang sangat banyak . Ternyata pecahan kaca dan genting itu berubah menjadi uang, emas, dan perak.

Perempuan tua itu seketika menjadi kaya, kekanyaannya jauh lebih besar dari kekanyaan tetangganya.

Tetangganya yang kaya itu menjadi iri hati. Ia menyuruh pelayannya, agar tengah malam nanti menjatuhkan dua karung berisi pecahan kaca dan genting, tepat mengenai dirinya. Kemudian ia akan berteriak-teriak menirukan perempuan tua itu, “Ya Tuhan !Berikan hamba uang!”

Tepat pada malam hari pelanyan si orang kaya itu menjatuhkan karung, tepat mengenai badannya, kemudian ia pun pingsan. Setelah ia sadar kemudian ia menyembah karung tersebut. Setelah karung itu di buka, dilihatnya pecahan genting dan kaca itu tidak berubah menjadi uang. Orang kaya itu merasa sedih.

Tangan dan punggungnya patah, karena kejatuhan karung yang berat itu. Ia tidak dapat bekerja lagi. Harta bendanya habis untuk makan dan berobat.

Untungnya masih ada orang yang bersedia menolongnya, yaitu si nenek yang sudah menjadi kaya itu.

#(Kenangan pelajaran bahasa Indonesia tahun 1982).

ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussianSpanish