DPR Ingatkan Pemerintah, Kebocoran Data BPJS dan Rekening

 

KS, JAKARTA – Bocornya data masyarakat, anggota Komisi I DPR RI Sarifah Ainun Jariyah meminta pemerintah melakukan kajian mendalam sebelum menerapkan kebijakan payment ID dalam transaksi digital. Legislator dari daerah pemilihan Banten ini menilai wacana tersebut berisiko mengancam privasi data warga.

“Di negara lain seperti Australia, sistem pelaporan pembelian memang ada, tapi diimbangi dengan kompensasi jelas seperti pengembalian pajak 10-15 persen. Di Indonesia, mekanisme seperti ini belum terbangun dengan baik,” kata Sarifah dalam keterangan resminya, Selasa.

Informasi, data terbaru dari Direktorat Jenderal Pajak menunjukkan hanya 16,5 juta wajib pajak aktif dari total 275 juta penduduk Indonesia. Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan, sistem perpajakan nasional saat ini belum mampu memberikan insentif memadai bagi masyarakat.

Kekhawatiran lain muncul dari catatan Indonesia Data Protection Authority yang mencatat 3.814 kasus kebocoran data sepanjang 2023-2024. “Konsentrasi data transaksi dalam satu sistem justru meningkatkan risiko penyalahgunaan,” tegas Sarifah.

Sarifah menyoroti lemahnya perlindungan hukum bagi korban kebocoran data. Ia mengungkapkan, kasus kebocoran data BPJS Kesehatan 2023 yang melibatkan 279 juta orang belum disertai kompensasi memadai.

Masalah teknis juga muncul dari belum terintegrasinya data KTP dan NPWP di perbankan. “Ini akan menciptakan masalah baru dalam implementasinya,” tambah Sarifah.

Sebagai solusi, Sarifah mengusulkan tiga langkah alternatif. Pertama, perbaikan sistem perpajakan dengan kompensasi otomatis. Kedua, penundaan payment ID hingga infrastruktur keamanan data benar-benar siap. Ketiga, penerapan model pelaporan berkala menggantikan pelaporan per transaksi.

“Prinsipnya harus jelas: berikan insentif, bukan paksaan. Utamakan perlindungan, bukan eksploitasi data warga,” tegasnya. Wacana payment ID yang digagas pemerintah bertujuan memperluas basis pajak. Namun, Kementerian Keuangan menyatakan masih melakukan kajian komprehensif terkait rencana ini. (red/int)

Related Posts

  • May 17, 2026
Polri Perkuat Ketahanan Pangan dan Pemenuhan Gizi Nasional, Targetkan 1.500 SPPG Beroperasi pada 2026

  KS, TUBAN – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat dukungan terhadap program prioritas pemerintah dalam bidang ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui percepatan pembangunan…

  • May 17, 2026
Presiden Prabowo Dorong Kemandirian Pangan Nasional, Mensesneg: Cadangan Beras Tembus 5,3 Juta Ton

  KS, TUBAN – Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya ditunjukkan saat Presiden melakukan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta…

Profil Senator

Pakar Puji Kecerdikan Strategi Kejagung dalam Memberantas Korupsi, Tingkat Kepercayaan Masyarakat 80 Persen

Pakar Puji Kecerdikan Strategi Kejagung dalam Memberantas Korupsi, Tingkat Kepercayaan Masyarakat 80 Persen

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Di Tengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

Di Tengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU